Tanjungbalai – Muhammad Fadly Abdina resmi memimpin Ketua BPW PISPI Sumatera Utara periode 2025–2030. Keputusan ini muncul melalui musyawarah mufakat pada Muswil yang berlangsung di Grand Singgie Hotel, Sabtu (15/11/2025). Peserta menilai rekam jejak serta gaya kepemimpinan Fadly layak untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
Muswil BPW PISPI Sumut di Kota Tanjungbalai juga menghadirkan berbagai tokoh penting. Selain itu, acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI H. Sugiat Santoso, Sekretaris DPP PISPI Kamhar Lakumani, Tenaga Ahli Menteri Pertanian R.S. Suroyo, serta perwakilan PISPI dari berbagai kabupaten dan kota. Dengan demikian, dukungan dari unsur legislatif, pemerintah, akademisi, dan organisasi semakin memperkuat jalannya Muswil tahun ini.

Baca Juga: Satpolair Polres Tanjungbalai Beri Imbauan Keselamatan Nelayan
Fadly Abdina, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tanjungbalai, menerima amanah tersebut melalui Surat Keputusan 025/KPTS/BPP-PISPI/X/2025. Karena itu, peserta Muswil menyebut Fadly sebagai figur progresif yang peduli pada penguatan sektor pertanian. Mereka menilai komitmen Fadly dalam mendorong inovasi pangan dan pertanian modern mampu membawa PISPI lebih dekat dengan kebutuhan petani dan dunia akademik.
Dalam sambutannya, Fadly menyampaikan visi untuk menjadikan PISPI sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas SDM, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan langkah tersebut, ia berharap potensi pertanian Sumatera Utara dapat berkembang lebih optimal.
“Terpilihnya saya bukan sekadar amanah organisasi, tetapi amanah untuk memperkuat posisi pertanian Sumatera Utara sebagai tulang punggung ekonomi,” ujar Fadly.
Baca Juga: Polres Asahan Gagalkan Penyelundupan 76 Kilogram Sabu
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa PISPI akan menjadi ruang bagi para sarjana pertanian untuk berinovasi. Dengan demikian, mereka dapat menghadirkan solusi nyata yang membantu petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan.




