,

Kenaikan Harga Bahan Pokok Tanjungbalai Mengguncang Aktivitas Pasar Tradisional

oleh -772 Dilihat

Tanjungbalai Kenaikan harga bahan pokok Tanjungbalai kembali memicu keluhan para pedagang di pasar tradisional. Dalam beberapa hari terakhir, harga berbagai komoditas penting merangkak naik dan langsung memengaruhi daya beli masyarakat. Kondisi ini membuat transaksi harian menurun dan pedagang semakin kesulitan mempertahankan omzet.

Baca Juga: Pemantauan Debit Air Sungai Titi Gantung Ditingkatkan untuk Antisipasi Banjir

Para pedagang menyoroti kenaikan tajam pada cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, serta minyak goreng. Menurut mereka, harga naik karena distribusi terganggu akibat cuaca ekstrem serta bencana alam di sejumlah daerah pemasok di Sumatera Utara. Situasi ini tidak hanya memperlambat pengiriman, tetapi juga membuat stok berkurang.

kenaikan harga bahan pokok

Rahmi, salah satu pedagang, merasakan dampaknya paling jelas. Ia menyampaikan bahwa pembeli mulai mengurangi belanja sejak harga melonjak. “Dulu barang cepat habis setiap hari. Sekarang pasar sepi dan banyak orang hanya membeli seperlunya karena harga terlalu tinggi,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga: Pencurian Talang Air Tanjungbalai: Polisi Tangkap Pelaku di Rusunawa Sei Raja

Rahmi juga menyebut omzet hariannya turun hingga 40 persen. Ia mengungkapkan bahwa pemasok menaikkan harga lebih dulu, sehingga ia tidak memiliki pilihan selain menyesuaikan harga jual. Kondisi ini membuat banyak konsumen menahan diri dan membatasi pembelian.

Di tengah keadaan tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah bergerak cepat. Mereka meminta langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, mulai dari memperlancar distribusi hingga mengontrol suplai barang. Sementara itu, para pedagang berharap pemerintah mengadakan operasi pasar atau intervensi harga agar beban mereka tidak semakin berat.

Situasi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kenaikan harga bahan pokok Tanjungbalai terhadap aktivitas pasar. Tanpa penanganan cepat, efek berantai dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat kecil.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.