Tanjungbalai Berjaya: Dua Emas dan Dua Perunggu Warnai Kejurda Sambo Sumut 2025
Jeritan Tanjungbalai– Langkah para atlet beladiri Sambo Kota Tanjungbalai kembali mengukir sejarah gemilang. Pada gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Beladiri Sambo Sumatera Utara 2025 yang berlangsung dari 1 hingga 3 September, kontingen asal Kota Melayu di pesisir timur Sumatera ini sukses memboyong empat medali, terdiri dari dua emas dan dua perunggu. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para atlet dan pelatih, tetapi juga menjadi bukti nyata berkembangnya bibit-bibit olahraga beladiri unggulan di Tanjungbalai.
Ajang bergengsi yang digelar di GOR Basket (Sport Center) Dispora Sumut, Medan, ini diikuti oleh tidak kurang dari 120 atlet sambo terbaik yang berasal dari 20 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Suasana kompetitif dan semangat juang tinggi terasa sepanjang kejuaraan, menjadikan setiap kemenangan harus diperebutkan dengan kerja keras, teknik mumpuni, dan mental baja.
Dua Emas dari Jawara Muda SMA Negeri 3
Dua medali emas yang menyumbangkan kilau terang untuk kontingen Tanjungbalai disumbangkan oleh dua siswa berbakat dari SMA Negeri 3 Kota Tanjungbalai, Deni Gunawan dan Ahmad Rifald. Keduanya tampil perkasa di kelas masing-masing, menunjukkan penguasaan teknik sambo yang luar biasa, mulai dari bantingan (throw), kuncian (hold down), hingga submission.

Baca Juga: DPR Setop Tunjangan Perumahan dan Buat Moratorium Kunker Luar Negeri, Tunjangan Lain Juga Dipangkas
Deni dan Ahmad tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan dalam membaca pergerakan lawan dan eksekusi teknik yang tepat pada momen yang krusial. Kemenangan mereka adalah buah dari disiplin latihan yang keras dan didikan yang tepat dari pelatih.
Perunggu yang Tak Kalah Berharga dari SMA Negeri 5
Sementara dua medali emas didulang putra terbaik, dua medali perunggu berhasil diraih oleh atlet putri yang tak kalah tangguh. Lili Anggraini dan Adinda Putri, yang merupakan siswi SMA Negeri 5 Kota Tanjungbalai, menunjukkan bahwa arena sambo juga menjadi tempat bagi atlet perempuan untuk menunjukkan kegagahan dan keahliannya.
Perjuangan mereka untuk naik ke podium patut diacungi jempol. Dalam pertarungan sengit melawan atlet-atlet terbaik dari kota lain, Lili dan Adinda berhasil menunjukan tekad baja dan semangat pantang menyerah khas Tanjungbalai. Medali perunggu ini memiliki nilai yang sama berharganya, karena merupakan bukti dari dedikasi dan perjuangan mereka di atas matras.
Ucapan Syukur dan Rasa Bangga dari Pelatih dan Pengurus
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran serta Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Tanjungbalai dan pelatih yang membimbing mereka. Aron Mario Nello Sinaga, selaku Ketua Pengkot Persambi Tanjungbalai, menyampaikan rasa syukur dan kepuasannya atas prestasi yang diraih anak didiknya.
“Puji Tuhan, tentunya kami sangat puas dengan prestasi yang diraih oleh atlet-atlet kami. Ini adalah hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat mereka selama berlatih. Kami juga berterima kasih kepada pihak sekolah, dalam hal ini SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5, serta orang tua yang telah mendukung penuh perjuangan anak-anak ini,” ujar Aron ketika dihubungi pada Minggu (7/9/2025).
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Hardi Jonathan Siagian, Pelatih Sambo Tanjungbalai yang setiap hari membina para atlet tersebut. “Deni, Ahmad, Lili, dan Adinda adalah atlet yang sangat dedikasi. Mereka menyerap setiap materi latihan dengan baik dan memiliki mental pemenang. Medali ini adalah pembuktian bahwa dengan fasilitas dan perhatian yang memadai, anak-anak Tanjungbalai mampu bersaing bahkan menjadi yang terbaik di tingkat regional,” papar Hardi dengan penuh kebanggaan.
Pijakan untuk Melangkah ke Level yang Lebih Tinggi
Pencapaian empat medali dalam Kejurda Sumut 2025 ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah pijakan awal yang kuat. Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat atlet-atlet sambo lainnya di Tanjungbalai untuk terus berlatih dan berprestasi. Selain itu, ini juga menjadi modal berharga untuk menjaring bibit-bibit atlet yang suatu hari nanti dapat mewakili Sumatera Utara, bahkan Indonesia, di kancah nasional maupun internasional.
Kejuaraan ini membuktikan bahwa Sambo bukan sekadar olahraga beladiri, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter disiplin, sportivitas, dan kepercayaan diri generasi muda. Kota Tanjungbalai, melalui empat medali ini, telah menyampaikan pesan jelas: mereka adalah kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam peta persaban Indonesia.
Selamat untuk Deni Gunawan, Ahmad Rifald, Lili Anggraini, dan Adinda Putri! Prestasi kalian telah mengharumkan nama Kota Tanjungbalai dan menginspirasi banyak generasi muda untuk berkarya dan berprestasi melalui olahraga.




