Tanjungbalai – Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, melantik tiga pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta puluhan pejabat administrator dan fungsional di Aula Sutrisno Hadi, Selasa.
Dalam amanatnya, Mahyaruddin menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal wajar di lingkungan pemerintah. Ia menyebut proses Pelantikan Pejabat Tanjungbalai 2026 ini bertujuan menempatkan individu yang cakap dan profesional pada posisi yang tepat.
Baca Juga: Terjebak di Hutan, Anak Muda Nekat Berenang di Sungai untuk Cari Bantuan Evakuasi Keluarganya
Ia meminta para pejabat memahami tuntutan tugas dan mampu menjalankan visi-misi Tanjungbalai Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera (Emas). Mahyaruddin menilai visi “Emas” hanya dapat tercapai melalui pelaksanaan program yang terarah dan konsisten.

“Saya mengingatkan bahwa saudara-saudari yang dilantik merupakan individu yang kami nilai mampu. Karena itu, komunikasi antara pimpinan dan bawahan harus tetap lancar. Kolaborasi dan inovasi antarlembaga menjadi ukuran keberhasilan dalam mewujudkan Tanjungbalai Emas,” ujar Mahyaruddin.
Baca Juga: Kenaikan Harga Bahan Pokok Tanjungbalai Mengguncang Aktivitas Pasar Tradisional
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menilai kinerja para pejabat. Mereka yang tidak menjalankan tugas dengan baik atau menghambat koordinasi akan menerima konsekuensi sesuai aturan. BKPSDM dan Inspektorat terus melakukan pengawasan terhadap kinerja seluruh pejabat.
Berdasarkan data pelantikan, tiga pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang menerima amanah baru yaitu Susanto sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zul Abdiman sebagai Kepala Dinas Sosial, dan Mariani sebagai Kepala Bappeda, Riset, dan Inovasi Daerah.
Selain Pelantikan Pejabat Tanjungbalai 2026, beberapa pejabat administrator yang mendapat penugasan baru yakni Muhammad Fathi Simamora sebagai Sekretaris Dinas Sosial, Ika Lestari sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip, serta Ahmad Suangkupon sebagai Sekretaris BKPSDM.




