Bukti Kepedulian di Tengah Reruntuhan: Bupati Labusel Serahkan Bantuan Langsung ke Korban Puting Beliung Sungai Kanan
Jeritan Tanjungbalai– Suasana haru dan syukur menyelimuti Desa Sabungan, Kecamatan Sungai Kanan, pada Kamis (21/8) silam. Duka akibat amukan angin puting beliung yang menerjang beberapa hari sebelumnya mulai terobati oleh kehadiran dan kepedulian nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Bupati Labusel, Fery Sahputra Simatupang, turun langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan darurat kepada delapan Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan. Kedatangan orang nomor satu di Labusel ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah simbol bahwa pemerintah hadir di saat masyarakat paling membutuhkan.
Duka yang Datang Tiba-Tiba
Bencana angin puting beliung yang melanda Desa Sabungan datang tanpa prediksi. Dalam sekejap, atap-atap rumah berterbangan, pepohonan tumbang, dan harta benda yang susah payah dikumpulkan warga rusak diterpa amukan alam. Delapan keluarga harus merasakan langsung dampak kejamnya bencana tersebut. Mereka adalah Benny Simanulang, Sahbani Nasution, Kemis, Wagito, Juliono, Ramlan, Wiji, dan Nuraida Manurung.

Baca Juga: Pelatih Puji Ronaldo Elegan Usai Al Nassr Hajar Al Ittihad
“Bencana bisa datang kapan saja dan kita tidak dapat memprediksi. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, saya menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam kepada seluruh korban,” ujar Bupati Fery dengan penuh empati, menyentuh hati para korban yang hadir.
Bantuan Konkret sebagai Wujud Nyata Kepedulian
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Pemkab Labusel tidak hanya memberikan santunan berupa uang, tetapi bantuan yang bersifat mendesak dan sangat dibutuhkan untuk pemulihan awal. Setiap keluarga menerima bantuan material berupa seng untuk memperbaiki atap yang rusak, broti (terpal atau material sejenis untuk penutup sementara), serta paket sembako untuk menjamin kebutuhan pokok mereka di masa-masa sulit pascabencana.
Bupati Fery dengan rendah hati mengakui bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan kerugian dan trauma yang dialami. Namun, ia menegaskan bahwa nilai bantuan ini terletak pada maknanya.
“Bantuan ini memang tidak sepenuhnya menggantikan kerugian, tetapi menjadi bukti nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami untuk meringankan beban yang saudara-saudara alami,” tambahnya.
Apresiasi untuk Respons Cepat BPBD dan Semangat Gotong Royong
Dalam kesempatan itu, Bupati Fery juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labusel yang telah bekerja dengan sigap. Tim BPBD turun langsung ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk melakukan assesment, pendataan korban, dan penanganan darurat. Langkah cepat ini menjadi kunci utama dalam menentukan bantuan yang tepat sasaran dan efektif.
Lebih dari itu, Bupati Fery mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Ia menyerukan kepada dunia usaha, organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat Labusel untuk mengulurkan tangan membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.
“Musibah ini adalah ujian kebersamaan kita. Mari kita jawab dengan semangat gotong royong dan solidaritas yang tinggi. Tidak ada yang bisa kita lakukan sendiri, tetapi bersama-sama kita bisa membangun kembali yang telah rusak dan meringankan setiap beban,” serunya.
Pelajaran Berharga: Menjaga Alam dan Memperkuat Kesiapsiagaan
Di akhir kunjungannya, Bupati Fery tidak hanya berfokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada langkah pencegahan dan mitigasi ke depannya. Ia mengingatkan semua pihak agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih mencintai dan menjaga kelestarian alam.
“Mari kita jadikan bencana ini sebagai cermin untuk lebih peduli terhadap alam dan sesama. Perkuat sistem kesiapsiagaan bencana di tingkat desa bahkan hingga RT. Mari saling mengingatkan untuk menjaga keselamatan lingkungan. Ingat pepatah bijak, ‘Kita jaga alam, alam jaga kita’,” pungkas Bupati mengingatkan dengan pesan yang mendalam dan penuh makna.
Kunjungan dan penyerahan bantuan ini bukanlah akhir dari proses pemulihan, tetapi merupakan titik awal yang memberikan semangat baru bagi para korban. Kehadiran pemimpin yang langsung menyentuh tanah yang terkena musibah memberikan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian. Di bawah kepemimpinan Bupati Fery, semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi nilai utama dalam membangun Labusel yang lebih tangguh menghadapi segala ujian.




