, ,

Terjebak di Hutan, Anak Muda Nekat Berenang di Sungai untuk Cari Bantuan Evakuasi Keluarganya

oleh -948 Dilihat

Tanjungbalai – Terjebak di Hutan Rosmawati akhirnya bernapas lega karena telah mendengar kabar keluarganya yang terjebak di Hutan Hutanabolon Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah selamat dari banjir dan longsor pada Selasa (26/11/2025).

Diceritakan Rosmawati, ia mendapatkan kabar keluarganya dari sang adik yang nekat berenang ke sungai satu hari setelah kejadian banjir bandang terjadi.

Rosmawati mengatakan, adiknya itu berenang menyebrangi sungai agar bisa mencari makan untuk ibu dan keponakannya yang masih bayi serta mencari jaringan menghubungi dirinya.

“Keluarga saya sudah bisa dihubungi hari Minggu kemarin. Adik saya yang nelpon. Dia cari jaringan ke Kecamatan Pandan. Adik saya bilang keluarga selamat dari banjir dan longsor,” katanya, Rabu (3/12/2025).

Berdasarkan cerita dari sang adik, kata Rosma, mereka berhasiil keluar dari hutan pada Kamis (28/11/2025).

Adiknya memberanikan diri berenang lewati sungai untuk nyari bantuan.

“Mereka keluar itu hari Kamis yang ngirim video itu, dia memberanikan diri berenang untuk nyari bantuan ke seberang. Memang belum surut, tapi dia nyobain saja, karena nggak ada sama sekali yang tahu keadaan mereka di sana kan. Apalgi ada ponakan saya yang masih bayi dan ibu saya,”ucapnya.

Baca Juga : Gus Irawan Temani Pengungsi Banjir Lagi Menangis, Yakinkan Keluarga Lewat Video Call: Pasaribu Ini

Terjebak di Hutan
Terjebak di Hutan

Dikatakannya, adiknya tersebut melakukan evakuasi secara mandiri. Tidak ada bantuan dari pihak pemerintah ataupun BPBD.

“Iya dia sendiri melewati sungai itu, adik saya umurnya 25 tahun. Setelah berenang nyebrang sungai, adik saya ke Kecamatan Hutanabolon, dia ngelewatin ke bawah, dia cari makanan, mereka semua kelaparan dan meminta pertolongan untuk evakuasi yang utama ponakan kami yang masih bayi dan mamak saya,” jelasnya.

Setelah berhasil menyebrangi sungai, kata Rosmawati, ia mencari tali dan meminta warga turut membantunya.

“Adik saya menyelamatkan dengan tali dibantu oleh warga. Dari situ mereka mencari bambu disambung-sambung akhirnya ibu, ponakan saya yang masih bayi berhasil dievakuasi,” jelasnya.

Dikatakannya, setelah berhasil meminta pertolongan untuk menyelamatkan Ibu, adik saya pun sempat meminta beras ke kedai yang masih buka.

“Dia minta beras dan mengutang ke kedai yang masih ada karena semua sudah ke laparan,” katanya.

Diceritakannya, Selama dua hari terjebak di hutan, mereka pun bertahan hidup dengan memakan nangka muda yang besar bijinya seperti kelereng.

“Makan nangka muda katanya, sebiji kelereng (besarnya) mereka panggang, itulah yang mereka makan. Tapi pada saat kejadian sampaii besok itu enggak makan sama sekali. Sementara minumnya, minum air hujan itu,” katanya.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.