Dito Ariotedjo Apresiasi Kesuksesan F1H2O di Toba: Aquabike dan Power Boat Sukses Gaet Dunia, Pariwisata Toba Melengking ke Panggung Internasional
Jeritan Tanjungbalai– Gemuruh mesin kapal jet dan power boat yang memecah kesunyian permukaan Danau Toba bukan sekadar deru kompetisi, melainkan dentuman gong yang menandai bangkitnya destinasi super prioritas Indonesia di peta olahraga dan pariwisata dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, hadir langsung di jantung event untuk menyaksikan dan mengakui kesuksesan penyelenggaraan UIM F1H2O World Championship Grand Prix of Indonesia 2025 di Balige, Kabupaten Toba.
Kehadiran Menpora pada Jumat (22/8/2025) itu menjadi penegas bahwa gelaran olahraga air berkelas dunia ini bukan sekadar ajang balap, melainkan sebuah strategi diplomasi budaya dan promosi pariwisata yang jitu. Dito disambut dengan gegap gempita tarian Tortor Batak, sebuah simbol penghormatan dan keberkahan, yang dipersembahkan masyarakat lokal. Ia didampingi langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, Bupati Toba, Effendi Sintong P Napitupulu, dan Sekda Kabupaten Toba, Drs. Agus Sitorus.
Dari Paddock ke Danau: Menyentuh Semangat Kompetisi Global
Tidak hanya duduk di tribun kehormatan, Menpora Dito Ariotedjo terjun langsung melihat dari dekat kesiapan event. Dari tepian Danau Toba yang menjadi arena lintasan berkecepatan tinggi, ia kemudian menuju area paddock—jantung dari setiap tim balap. Di sanalah, bersama General Manager H2O Racing, Paulo, Dito berkeliling dari satu tenda tim ke tim lainnya.

Baca Juga: Suasana Haru dan Syukur Warnai Penyerahan Bantuan Bupati Labusel untuk Korban Puting Beliung
Paulo dengan detail memperkenalkan setiap pembalap, kru, dan teknologi canggih dari kapal-kapal yang berasal dari 14 negara dengan 10 tim dan 24 pembalap/drivers. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang kompleksitas dan skala internasional dari event yang telah mengharumkan nama Danau Toba ini.
Aquabike sebagai Fondasi, F1H2O sebagai Puncak Pencapaian
Usai melakukan peninjauan, Menpora Dito menyampaikan apresiasi tingginya kepada para penyelenggara dan Pemerintah Kabupaten Toba. Ia mengakui bahwa penyelenggaraan tahun ini tampil lebih baik, rapi, tertata, dan bersih.
Yang lebih penting, Dito memberikan perspektif strategis tentang perkembangan olahraga air di Indonesia. “Realistisnya, potensi yang kita kembangkan dahulu dan telah sukses adalah Aquabike, yang bahkan telah melahirkan juara dunia. Sementara F1 Power Boat ini adalah kelas tertingginya, yang memang belum terlalu familiar di Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan sebuah roadmap yang jelas: Aquabike berhasil menjadi gerbang dan sekolah bagi atlet-atlet air Indonesia, sementara kehadiran F1H2O adalah strategi untuk langsung menempatkan Indonesia, khususnya Danau Toba, di liga yang paling elite. Event ini adalah cara tercepat untuk menyamakan level penyelenggaraan dan promosi Indonesia dengan negara-negara maju lainnya.
Partisipasi Masyarakat: Kunci Sukses yang Tak Ternilai
Salah satu hal yang paling mendapat sorotan dari Menpora adalah tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat lokal. “Saya lihat langsung makin tertib dan makin rapi. Peran serta masyarakat Toba dari tahun ke tahun semakin tinggi antusiasmenya. Ini yang kita butuhkan untuk membangun kultur masyarakat lokal yang terbiasa menyambut event-event berkelas dunia,” tutur Dito.
Antusiasme ini bukan hanya tentang jumlah penonton, tetapi tentang bagaimana masyarakat menerima, mengelola, dan menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu internasional. Ini membuktikan bahwa event dunia tidak hanya dinikmati, tetapi sudah menjadi bagian dari kebanggaan dan identitas masyarakat Toba.
Danau Toba: Dari Kaldera Purba ke Destinasi Olahraga Air Kelas Dunia
Pesan utama dari seluruh gelaran ini, sebagaimana ditekankan oleh Menpora, adalah bagaimana memanfaatkan momentum olahraga untuk mempromosikan pariwisata. “Inilah lomba di atas air kelas tertinggi di dunia. Melalui event ini, bagaimana Toba semakin dikenal di dunia internasional dalam dunia olahraga air dan pariwisatanya,” tegas Dito Ariotedjo.
Danau Toba, dengan keindahan kaldera dan keagungan budayanya, mendapatkan platform promosi yang sangat powerful. Siaran langsung yang menjangkau ratusan juta pemirsa di seluruh dunia akan menampilkan bukan hanya balapan seru, tetapi juga drone shot menakjubkan tentang keelokan alam Batak. Setiap tikungan di sirkuit air adalah sebuah undangan bagi dunia untuk datang dan mengalami sendiri magisnya Danau Toba.
Kesuksesan penyelenggaraan F1H2O Power Boat 2025 di Toba bukanlah titik akhir. Ini adalah sebuah fondasi kokoh yang harus dibangun secara berkelanjutan. Apresiasi dan pengakuan dari pucuk pimpinan Kemenpora menjadi modal politik dan motivasi yang sangat besar.
Kombinasi sempurna antara kesiapan infrastruktur, dukungan pemerintah daerah, antusiasme masyarakat, dan keindahan alam yang memukau telah membuktikan bahwa Danau Toba layak menjadi tuan rumah tetap dalam kalender olahraga air dunia. Aquabike telah membuka jalan, F1H2O telah membuktikan kelasnya, dan kini, Danau Toba tidak lagi hanya diam membisu. Ia berbicara lantang kepada dunia melalui deru mesin dan sorak sorai penonton, menyatakan diri sebagai destinasi pariwisata dan olahraga air yang wajib dikunjungi.





